Senin, 20 Oktober 2008

sertifikasi ISO 9001:2000 yang efektif

Sudah hampir 2 tahun ini saya bergelut dengan istilah ISO 9001:2000. Sudah tentu hal ini disebabkan karena pekerjaan saya sehari-hari berpedoman pada persyaratan yang diungkapkan oleh standar ISO 9001:2000. Banyak sekali orang bertanya kepada saya, dan pertanyaan ini juga sempat muncul di dalam benak saya.

kebanyakan orang bertanya begini kepada saya

“Betul gak sih sertifikasi ISO itu?”
hmmm… kata “betul” dalam kalimat tadi sudah jelas bagi saya.
Banyak orang meragukan sertifikasi ISO yang diperoleh perusahaan2… apakah audit yang dilaksanakan dalam rangka sertifikasi itu benar-benar efektif? ataukah tidak…
efektif disini maksudnya : apa bener2 audit ataukah sekedar formalitas saja..
Kalau boleh saya berkomentar..
sejati atau tidaknya sertifikat ISO yang diperoleh perusahaan-perusahaan bukanlah terletak pada sertifikat yang diperoleh dari badan sertifikasi. Tapi bagaimana sistem yang telah diciptakan itu berjalan sebagaimana mestinya dan membantu perusahaan dalam memenuhi keinginan pelanggannya..
Percuma saja apabila sebuah perusahaan memiliki sertifikasi ISO 9001:2000 yang mendengung-dengungkan kepuasan pelanggan.. tetapi kehilangan pelanggannya karena pelayanan yang tidak mengecewakan..
dan tentunya saya yakin, bahwa pelayanan yang mengecewakan tersebut dikarenakan tidak efektifnya sistem yang berjalan..
berarti, sekalipun perusahaan tersebut menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, namun sistem tersebut tidak mencapai tujuannya… yaitu untuk memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan.

Lalu… salahkah Badan sertifikasi yang mensertifikasi sistem perusahaan tersebut? atau salahkah standar ISO 9001:2000?
tentu TIDAK!!!

Perusahaan harus kembali introspeksi diri jika hal ini yang dialami perusahaan.
Hal yang paling sering dijumpai pada kebanyakan perusahaan adalah :
kurangnya komitmen Manajemen atau bahkan Top Manajemen dalam mendukung berjalannya sistem manajemen mutu pada perusahaannya. Faktor yang terpenting dalam penerapan sistem manajemen mutu adalah : KOMITMEN MANAJEMEN…
tanpa adanya komitmen… sistem tidak dapat berjalan dengan baik…
seperti kata seorang guru bijaksana “Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji..”

apalagi parahnya… Top Manajemen melanggar sistem yang telah diterapkan karena position powernya..
Sistem akan semakin lemah dan sangat lemah….

Saya ingat seorang bijak pernah mengatakan kalimat seperti ini :
“Peraturan (sistem) tidak ada artinya.. jika sipembuat peraturan itu melanggar peraturan yang dibuatnya..” 

JADI… sebelum Perusahaan merencanakan untuk menerapkan sistem manajemen mutu versi apapuuunnnn….
buatlah komitmen yang matang dikalangan manajemen perusahaan..
dan apabilan perusahaan memakai jasa konsultan…
sudah KEWAJIBAN konsultan tersebut berdiskusi dan menyampaikan perihal “KOMITMEN” tadi kepada top manajemen… bukan hanya memberikan training / teori.. belajar sendiri kamipun bisa mas!!!

jadi, perancangan dan penerapan sistem akan berjalan efektif bilan Top Manajemen / Manajemen Puncak terlibat dan memberikan dukungan penuh dalam proses ini.



3 komentar:

  1. maaf naya. Kalau iso 14000 tau gak mas?

    BalasHapus
  2. kebetulan saya juga mengetahui ISO 14000, saya akan usahakan tulis materinya atau kirim ke email anda.
    trims

    BalasHapus
  3. WAH BAGUS PAK NOVAN.
    BTW BIKIN GINIAN GMN CARANYA

    BalasHapus